
Kinerja 25 Top Group Perusahaan Konstruksi Di Indonesia – Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo telah berkomitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia, untuk itu dana infrastruktur yang dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP 2017) menjadi Rp. 387,3 triliun atau meningkat Rp. 70,2 triliun dari tahun 2016 Rp. 317,1 triliun. Hal inilah yang menjadi daya tarik bagi investor di sektor konstruksi, baik konstruksi gedung, jalan tol, jembatan, power plant, LRT, bendungan, pabrik, migas dan konstruksi lainnya.
Menurut penelitian CDMI, dalam lima tahun terakhir (2012-2016) kinerja perusahaan perusahaan konstruksi dalam negeri meningkat fantastis. Puncak kejayaannya terjadi tahun 2015 dengan pendapatan dan laba yang spektakuler. Dari lima perusahaan milik negara (BUMN) yang diteliti CDMI, PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk memimpin dengan pendapatan Rp. 14,21 triliun, disusul PT. Waskita Karya (Persero) Tbk Rp. 14,15 triliun, PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk Rp. 13,62 triliun, PT. Adhi Karya (Persero) Tbk Rp. 9,38 triliun dan PT. Hutama Karya (Persero) Rp. 6,31 triliun. Hingga September 2016 pendapatannya terus meningkat.
To buy this book please contact us below.
Phone :+6221- 3193 0108 – 9
Whatsapp : +62878 7826 0925 (Mr. Muslim)
E-mail : marketing@cdmione.com
We will send the study report in the form of a Hard Cover book to your address.