Impor Gula Dalam Negeri Meningkat?

Jika industri gula dalam negeri tidak segera dibenahi, bisa saja Indonesia akan menjadi importir gula mentah terbesar di dunia setelah China dan Rusia. Dalam enam tahun terakhir (2011-2016) impor gula terus meningkat. Jika tahun 2011 impor gula hanya sebesar 1,19 juta ton dengan nilai US$ 670,6 juta, ditahun 2015 impor telah mencapai 3,30 juta ton senilai US$ 1,22 milyar. Diprediksi tahun 2016 impor mencapai 3,6 juta ton senilai US$ 1,35 milyar. Tingginya impor ini salah satu penyebabnya adalah pesatnya pertumbuhan industri makanan dan minuman dalam negeri.

Tiga negara seperti Thailand, Brazil dan Australia sangat menikmati tingginya impor dari Indonesia. Menurut penelitian PT. CDMI Consulting, impor gula terbesar dari Thailand berasal dari The Thai Sugar Trading Corporation Ltd, impor dari Australia berasal dari Queensland Sugar Limited dan dari Brazil adalah Raizen Energia S/A. Sedangkan perusahaan terbesar yang melakukan impor adalah PT. Sugar Labinta disusul PT. Sentra Usahatama Jaya, PT. Angels Products, PT. Cheil Jedang Indonesia, PT. Berkah Manis Makmur, PT. Permata Dunia Sukses Makmur, PT. Jawamanis Rafinasi dan PT. Duta Sugar International. Jumlah 15 importir gula terbesar beserta nilai impornya diperinci jelas dibuku studi ini.

Melihat besarnya impor gula yang mencapai US$ 1,35 milyar, membuat Presiden Joko Widodo telah berkomitmen untuk mengurangi bahkan menghilangkan impor dengan rencana membangun 10 pabrik gula hingga 2019. Pemerintah juga telah menyuntikkan modal melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) dengan nilai fantastis ke beberapa perusahaan negara (PTPN) untuk membangun pabrik gula dan menambah kapasitas produksi, salah satu yang telah diresmikan tahun 2016 lalu adalah pabrik gula PT. Industri Gula Glenmore senilai Rp. 1,5 triliun.

Pihak swasta juga tidak kalah gesitnya, seperti SUNGAI BUDI Group yang akan membangun pabrik gula sekaligus lahan tebu seluas 20.000 hektar dengan total investasi Rp. 2,5 triliun, INDOFOOD Group bekerjasama dengan ROXAS Holding asal Filipina akan membangun pabrik gula senilai US$ 150 juta, PT. Sumber Mutiara Indah Perdana yang akan membangun pabrik gula seluas 20 ribu hektar di Dumai dengan lahan tebu seluas 12.000 hektar dan masih banyak yang lain.

Melihat besarnya potensi bisnis gula di Indonesia, membuat PT. CDMI Consulting tertarik melakukan penelitian yang lebih mendalam dan ahirnya sukses menerbitkannya dalam sebuah buku studi berjudul “Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri GULA di Indonesia, 2017 – 2020

Buku ini hanya tersedia di PT. CDMI Consulting, dapat dipesan langsung ke bagian marketing dengan ibu Tina melalui telepon: (6221) 3193-0108, 3193-0109, 3193-0070, Mobile: 0818-100-841, 0878-7826-0925 atau melalui Fax: (6221) 3193-0102 atau email: marketing@cdmione.com dengan harga Rp. 8.500.000 untuk bahasa Indonesia dan Rp. 8.900.000 untuk edisi Inggris dan US$ 700 untuk harga luar negeri.