Studi Industri Penerbangan di Indonesia, 2018 – 2021

M. Amin : Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Industri Penerbangan di Indonesia, 2018 – 2021

MuslimIndustri penerbangan Indonesia telah menemukan masa kejayaannya dalam tujuh tahun terakhir (2011-2017). Puncaknya terjadi tahun 2017 lalu. Dengan penduduk lebih dari 250 juta jiwa dan kelas menengah yang tumbuh pesat membuat kebutuhan dan layanan jasa penerbangan ke seluruh Indonesia terus meningkat. Menurut survey CDMI, jumlah penumpang pada tahun 2011 mencapai 68 juta penumpang dan tahun 2016 angkanya telah mencapai 100 juta penumpang dan di prediksi tahun 2017 mencapai 105 juta penumpang.

Meskipun potensial dengan jumlah penumpang yang terus meningkat, namun tercatat beberapa maskapai penerbangan nasional yang mengalami kegagalan dan akhirnya tutup. Pada tahun 2013 PT Metro Batavia (Batavia Air) harus berhenti beroperasi setelah divonis pailit oleh pengadilan, tahun 2014. PT Merpati Nusantara harus menelan pil pahit dengan berhenti beroperasi sejak Desember 2013, selanjutnya PT Mandala Airlines (Mandala Air), menyatakan berhenti beroperasi terhitung sejak 1 Juli 2014. Penyebab kegagalan ketiga maskapai ini karena terus merugi dan akhirnya bangkrut.

Tingkat persaingan antara maskapai penerbangan untuk memperebutkan pasar domestik sangat ketat. Tahun 2014 lalu penerbangan domestik masih dikuasai Lion Air, namun sejak tahun 2015 hingga kini Garuda Indonesia telah mengambil alih. Pada tahun 2016 jumlah keberangkatan pesawat domestik mencapai 764.156 kali keberangkatan, sebanyak 186.482 kali (24,4%) berasal dari Garuda Indonesia, disusul Lion Air dengan jumlah frekuensi 180.581 kali keberangkatan (23,6%), Wings Air sebanyak 86.313 kali (11,3%), Citilink Indonesia dengan 78.935 kali (10,3%), disusul Batik Air dan Sriwijaya Air.

Persaingan sengit juga terjadi pada penerbangan tujuan luar negeri. Hingga tahun 2015 Air Asia memimpin dengan jumlah keberangkatan tujuan luar negeri terbanyak, namun sejak tahun 2016 posisi tersebut digeser oleh Garuda Indonesia. Pada tahun 2016 jumlah frekuensi keberangkatan luar negeri mencapai 71.487 kali penerbangan, sebanyak 27.577 kali (38,6%) dikuasai Garuda Indonesia, disusul Air Asia dengan 22.209 kali (31,1%), Lion Air sebanyak 9.212 kali (12,9%) dan sisanya maskapai lain.
Melihat besarnya potensi bisnis penerbangan di Indonesia dan ketatnya persaingan antar maskapai penerbangan membuat PT. CDMI Consulting tertarik untuk melakukan riset yang mendalam tentang industri ini dan akhirnya sukses menerbtkannya dalam satu buku studi yang berjudul “Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Industri PENERBANGAN di Indonesia, 2018 – 2021”.

Buku ini hanya tersedia di PT. CDMI Consulting, dapat dipesan langsung ke bagian marketing dengan ibu Tina melalui telepon: (6221) 3193-0108, 3193-0109, 3193-0070, atau melalui Fax: (6221) 3193-0102 atau email: marketing@cdmione.com dengan harga Rp. 9.000.000,- (Edisi Indonesia), Rp. 9.500.000,- (Edisi Inggris) dan US$ 750 untuk harga luar negeri.

Demikian penawaran kami, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.