sektor industri tekstil

Pelaku sektor Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) tanah air optimis akan dapat kembali bangkit dari keterpurakan. Hal ini muncul menyusulnya BEA Masuk Tindakan Pengamanan Sementara (BMTPS) setelah disetujui safe guard yang diajukan pada awal September lalu. Dengan demikian laju impor yang selama ini menekan impor TPT bisa ditekan sementara waktu.

Dari sisi lain pun pemerintah memberikan kebijakan terkait program restrukturisasi mesin pada 2020. Bahkan tidak hanya sebatas pada mesin baru, program ini pun mengijinkan pembelian mesin second hand dengan batasan usia tertentu. Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mengungkapkan “Berbagai upaya yang dilakukan agar TPT tetap bergairah dan industri maju. Dan dampaknya akan dirasakan mulai kuartal III-IV 2020 yang diharapkan akan menjadi momentum kebangkitan Industri TPT.

Ketegangan antara negara Adidaya Amerika Serikat dan Cina yang terus mencuat berdampak terhadap perekonomian di banyak negara dan perekonomian dunia secara umum. Kondisi tersebut tentunya akan mengimbas Indonesia salah satu tujuan impor Cina dan memaksa Cina mencari pasar dengan agresif untuk mengalirkan produk indsutrinya. Kondisi ini tentunya akan memberikan kekhawatiran bagi para pengusaha salah satunya sektor TPT mengingat saat ini sektor industri tekstil (TPT) domestik mengalami keterpurukan.

” Sektor industri tekstil ingin memberikan konstribusi agar defisit neraca perdagangan Indonesia tidak terlalu dalam, salah satunya dengan penerapan safe guard untuk melindungi pasar dalam negeri. Sektor ini mampu membantu mengurangi defisit US$1 miliar jika disongkong “

Pengajuan safe guard sudah dilakukan sejumlah proses. Meski demikian dengan diterapkan safe guard tetap optimis tahun 2020 industri TPT di Indonesia akan bangkit dan secara paralel pemerintah juga menggulirkan program restrukturisasi mesin agar mesin TPT tanah air bisa menjadi lebih canggih sehingga berdaya saing dengan negara lain.

Dan dari sisi perbankan pun sudah mulai mendukung agar terealisasikan program pemerintah ini. Hal itu terlihat dari besar bunga kredit bagi industri yang turun menjadi dibawah 10 persen.

Sumber : Berbagai sumber

Baca Juga : Industri Garmen Kembali Menggeliat