kertas

Industri kertas dan pulp memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk terus dikembangkan dan menjadi andalan Indonesia untuk meraih devisa negara yang tinggi. Melimpahnya bahan baku yang tersedia menjadikan Indonesia sebagai produsen terbesar di ASEAN dan ketiga di ASIA. Tahun 2015 lalu produsen kertas dan pulp Indonesia terus digenjot kapasitas produksinya, seiring terus meningkatnya permintaan kertas dan pulp di pasar global. Tingginya permintaan tersebuat membuat beberapa perusahaan kertas dan pulp melakukan ekspansi dengan membangun pabrik kertas baru untuk meningkatkan kapasitas produksinya. 

Berikut ini adalah beberapa profil perusahaan kertas dan pulp di Indonesia.

1. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk

PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk didirikan pada tanggal 2 Oktober 1972. PT TKIM terdaftar sebagai perusahaan penanaman modal dalam negeri pada tahun 28 Februari 1975. Pada tahun 1990, saham perusahaan ini mulai mencatat di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya (Keduanya sekarang digabung menjadi Bursa Efek Indonesia).

Perusahaan ini mulai beroperasi secara komersial tahun 1977, pada awal berdirinya PT TKIM adalah memproduksi berbagai jenis kertas dan turunannya seperti fotocopy, coated dan carbonless. Selain itu, juga memproduksi beragam jenis stationery dan produk perlengkapan kantor seperti buku tulis, memo, notepad, loose leaf, spiral, amplop, kertas komputer, kertas kado, shopping bag dan produk fancy yang diminati pasar internasional.

2. PT Suparma Tbk

Perusahaan ini didirikan dalam rangka Undang-Undang PMDN tanggal 25 Agustus 1976 dengan nama PT Supar Inpama, kemudian diubah menjadi PT Suparma tanggal 7 Desember 1978. PT Suparma bergerak dalam industri kertas dan kertas kemasan yang memproduksi berbagai jenis kertas yang diklasifikasikan dalam 2 kelompok besar yaitu :

Industrial Products (Kertas Industri) Merupakan jenis kertas yang digunakan untuk konsumsi keperluan industri untuk diproses lebih lanjut, antara lain, Duplex Board, Sandwich Kraft, Samson Kraft dan Base Paper.

Consumer Products Merupakan jenis kertas tipis dan ringan yang digunakan untuk konsumsi keperluan end users (pengguna akhir) sebagai alat pembersih, penyerap atau pembungkus, antara lain, Tissue Paper dan Towel Paper, Laminated Wrapping Kraft serta Writing & Printing Paper.

Baca Juga : Industri Kertas Indonesia Diproyeksikan Terus Meningkat

3. PT Fajar Surya Wisesa Tbk

PT Fajar Surya Wisesa Tbk (yang juga dikenal dengan nama FajarPaper) didirikan pada bulan Juni 1987 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman pada bulan Februari 1988. Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 1994 dan melakukan pemecahan saham sehingga nilai nominal masing-masing saham berubah dari Rp 1.000 menjadi Rp 500 pada tahun 1994.

FajarPaper adalah produsen kertas kemasan terkemuka di Indonesia. Dengan karyawan sejumlah 2.655 orang per tanggal 31 Desember 2014, FajarPaper memproduksi dan menjual kertas kemasan baik di dalam negeri maupun di pasar ekspor. FajarPaper fokus memproduksi kertas kemasan berkualitas dengan biaya rendah dan Perusahaan tidak berencana melakukan diversifikasi kegiatan lainnya, seperti mendirikan pabrik kemasan boks/kardus di sektor hilir.

4. PT Alkindo Naratama Tbk

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1989. Produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini berupa bobbin berkapasitas 35.000 ton pertahun. Bobbin adalah produk dari kertas karton yang digunakan untuk industri benang tekstil. Bobbin yang diproduksi perusahaan ini berupa papertube untuk menggulung benang tipe DTY (Draw Texture Yarn) dan POY (Partially Oriented Yarn). Bobbin tersebut berbahan baku kertas core board yang merupakan hasil daur ulang kertas bekas.

Pada tahun 2007 perusahaan ini menambah jenis produksinya berupa honeycomb, papercomb, dan edge protector serta produk varian yang terbuat dari gabungan honeycomb dan edge protector.

5. PT Adiprima Suraprinta 

PT Adiprima Suraprinta didirikan di Surabaya, Jawa Timur tahun 1994 oleh Mr. Eric F.H.Samola dan Mr. Drs. Haji Dahlan Iskan. Seluruh saham perusahaan ini dikendalikan oleh PT Jawa Pos dan Mr. Tan Endro Bintoro. Pada bulan Desember 2004 Mr. Tan Endro Bintoro mengundurkan diri dan kemudian seluruh saham perusahaan ini dimiliki oleh PT Temprina Media Grafika. PT AS adalah anggota dari Jawa Post Group, group bisnis besar di bidang media publikasi yang dipimpin oleh Mr. Drs. Haji Dahlan Iskan.

PT AS beroperasi dengan fasilitas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Perusahaan ini bergerak dalam industri kertas Koran dengan pabriknya yang berlokasi di atas lahan seluas 8 ha di Desa Sumangko, Wringinanom, Gresik, Jawa Timur.