Profil 118 BUMN Indonesia, 2018

M. Amin : Profile of 118 Indonesian BUMN, 2018 (Performance : Asset, Liabilities, Equity, Income)

Muslim Amin

Badan Usaha Milik Negara (BUMN), memiliki peran yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, bahkan lebih dari itu, peran BUMN dapat memajukan suatu bangsa dengan mensejahterakan rakyatnya. Kisah sukses tiga negara yaitu China, Malaysia dan Singapore bisa dijadikan contoh bagaimana mereka mengelola BUMN nya menjadi perusahaan yang diperhitungkan di tingkat dunia.

Indonesia dibawah kepemimpinan Jokowi Widodo-Jusuf Kalla serius mendorong perusahaan BUMN agar memiliki kinerja cemerlang. BUMN diharapkan dapat membuat langkah kongkret agar bisa menjadi perusahaan unggul dan bisa bersaing di pasar global. Harapan ini nampaknya menjadi kenyataan, menurut penelitian CDMI lebih 70 perusahaan BUMN memiliki kinerja cemerlang dengan pendapatan dan laba yang fantastis. Tak heran sebagian BUMN meraih predikat terbaik “Golden Trophy”dan petinggi petingginya meraih predikat CEO terbaik ditahun 2017.

Total pendapatan 118 BUMN ditahun 2016 Rp. 1.969 triliun,meningkat dibanding tahun 2015 sebesar Rp. 1.702 triliun, sedangkan laba meningkat Rp. 172 triliun. Tingginya pendapatan tersebut akibat gemilangnya kinerja beberapa perusahaan yang diteliti CDMI, seperti Pertamina yang sukses membukukan pendapatan US$ 36,48 milyar, PGN US$ 2,93 milyar, PLN Rp. 222,82 triliun, Telkom Rp. 116,33 triliun, BRI Rp. 94,78 triliun, Bank Mandiri Rp. 76,70 triliun, Pupuk Indonesia Rp. 64,16 triliun, PTPN III Rp. 33,89 triliun, BNI Rp. 31,33 triliun, Semen Indonesia Rp. 26,13 triliun, Waskita Karya Rp. 23,78 triliun, BTN Rp. 17,13 triliun, Wijaya Karya Rp. 15,66 triliun, Adhi Karya Rp. 11,06 triliun dan masih banyak yang lain. Hingga September 2017 pendapatannya terus meningkat.

Namun sayangnya, hingga Juni 2017 ada 24 BUMN berkinerja buruk dan ahirnya merugi dan ini berpengaruh dengan turunnya laba yang diperoleh. Pada periode ini 118 BUMN mencatat laba bersih sebesar Rp. 87 triliun atau lebih rendah Rp. 1 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp. 88 triliun. Turunnya laba juga berakibat turunnya deviden ke negara, namun ada juga sebagian BUMN mengalokasikan sebagian labanya untuk belanja modal (capex).

Besarnya kontribusi 118 BUMN terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta semakin besarnya pendapatan dan laba perusahaan BUMN, membuat CDMI Consulting tertarik untuk mengamati kinerja masing masing perusahaan BUMN. Setelah melakukan penelitian selama tiga bulan, akhirnya sukses menerbitkannya dalam sebuah buku yang berjudul “Profile of 118 Indonesian BUMN, 2018 (Performance : Asset, Liabilities, Equity, Income)”.

Buku ini berisi lengkap profile 118 BUMN, dibahas tentang total asset, total kewajiban, total ekuitas dan total pendapatan dalam lima tahun terakhir (2013-2017), serta kinerja keuangan 30 Top BUMN dengan total aset dan pendapatan yang fantastis, juga dilengkapi susunan direksi dan komisaris terbaru serta pembentukan holding BUMN.
Buku ini hanya tersedia di PT. CDMI Consulting dan dapat dipesan langsung ke bagian marketing dengan Ibu Tina melalui telepon nomor (021) 3193 0108, 3193 0109, 3193 0070 atau melalui Fax (021) 3193 0102 atau e-mail: marketing@cdmione.com dengan harga Rp. 5.500.000,- dan US$ 450 untuk harga luar negeri.

Demikian penawaran kami, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.