Produksi Semen Dalam Negeri Mengalami Peningkatan

Setelah lama menempel posisi Vietnam sebagai produsen semen terbesar di Asean, di pastikan tahun 2017 mendatang, Indonesia akan mengambil alih posisi puncak tersebut dengan produksi semen diatas 90 juta ton. Hal ini seiring dengan beroperasinya delapan pabrik semen baru dalam dua tahun mendatang, dengan tambahan kapasitas hingga 24 juta ton. Tahun 2015 lalu Indonesia sukses menambah produksi semen sebanyak 11 juta ton yang berasal dari lima pabrik semen baru antara lain, Semen Bosowa dengan kapasitas (3 juta ton), Semen Holcim (1,7 juta ton), Semen Merah Putih (3 juta ton), Semen Jawa (1,7 juta ton), dan Anhui Conch Sement (1,7 juta ton).
Produksi semen nasional ditahun 2015 ternyata melebihi permintaan dalam negeri sehingga ekspor semen meningkat. Tingginya produksi tersebut membuat persaingan produsen semen untuk mendapatkan pangsa pasar semen semakin sengit. Ada delapan perusahaan swasta nasional atau asing dan lima perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terus memperebutkan pangsa pasar semen nasional. Kehadiran sepuluh pemain baru lainnya dengan kapasitas produksi yang tidak terlalu besar juga ikut mewarnai persaingan ini.
Menurut survey CDMI, kehadiran produsen semen baru mulai mengganggu pangsa pasar empat produsen semen terbesar Indonesia yaitu PT. Semen Indonesia Tbk., PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., PT. Holcim Indonesia Tbk., dan PT. Semen Bosowa Maros.
Untuk pasar pulau Jawa dan pulau Sumatera beberapa pemain baru sudah mulai mencuri pasar tersebut. Sementara kehadiran Conch Cement di Kalimantan sudah mulai mengganggu penguasaan pasar PT. Semen Indonesia dan PT. Indocement Tunggal Prakarsa yang selama ini menguasai pasar Kalimantan sebesar 51,6% dan 27,9%.
Melihat tinggi pertumbuhan industri semen dalam lima tahun terakhir serta melihat banyaknya dibangun pabrik semen baru dengan investasi yang fantastis, membuat CDMI tertarik melakukan riset yang lebih mendalam untuk mengetahui perkembangan yang lebih detil. Buku riset ini juga dilengkapi dengan perhitungan kebutuhan semen pada sektor konstruksi yang terus meningkat. Investor akan mengetahui berapa besar kebutuhan semen untuk Ready Mix dan Precast Concrete dalam lima tahun terakhir dan berapa besar kebutuhannya untuk lima tahun mendatang. CDMI juga melengkapi buku ini dengan perhitungan investasi untuk membangun pabrik semen baru.
Selengkapnya untuk mengulas persaingan industri semen ini bisa dibaca di buku Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri SEMEN di Indonesia, selama 5 tahun mendatang.

1,071 total views, 1 views today