Potensi Bisnis Industri Minyak Goreng Indonesia

Sudah lama Indonesia dikenal sebagai produsen CPO terbesar di dunia dengan produksi yang terus meningkat. Tahun 2014 total produksi CPO di prediksi sebesar 28 juta ton dengan devisa yang dihasilkan mencapai US$ 25 milyar. Namun predikat ini tidak membuat Indonesia dapat mengontrol harga CPO di pasar dunia, bahkan sebaliknya Indonesia selalu dikendalikan dan harus mengikuti kemauan negara importir. Hal ini sebetulnya dapat dihindari jika Indonesia dapat melakukan inovasi produk-produk turunan CPO, seperti minyak goreng, margarine, kosmetik, biodisel hingga oleochemical.

Sejak tahun 2011 pemerintah Indonesia menganjurkan dan memberikan kemudahan bagi kalangan industri sawit untuk memproduksi berbagai produk hilir CPO seperti minyak goreng dan produk turunan lainnya, sehingga tidak hanya mengekspor produk mentah berupa CPO saja. Anjuran ini disambut baik oleh industri minyak goreng yang telah lama menguasai sektor ini seperti WILMAR Group, SINAR MAS Group, SALIM Group, MUSIM MAS Group, DARMEX Group, SUNGAI BUDI Group, ASIAN AGRI Group, PERMATA HIJAU Group, ASTRA Group, CISADANE RAYA Group dan masih banyak yang lainnya. Group perusahaan ini terus meningkatkan produksinya untuk memenuhi pasar ekspor.

Menurut survey yang dilakukan CDMI, produksi minyak goreng Indonesia dalam lima tahun terakhir (2009-2013) meningkat rata rata 16,5% pertahun, dari 7,13 juta ton ditahun 2009 menjadi 13,0 juta ton ditahun 2013. Selama periode tersebut kontribusi terbesar 96,44% berasal dari minyak goreng kelapa sawit, sisanya dari minyak goreng kelapa 3,43% dan minyak goreng nabati lainnya 0,13%. Hal yang sama terjadi pada ekspor minyak goreng, pada tahun 2009 ekspor minyak goreng mencapai 4,3 juta ton dengan nilai US$ 2,92 milyar, ditahun 2013 ekspornya telah mencapai 7,9 juta ton dengan nilai US$ 6,29 milyar.

Melihat kenyataan tersebut, kini semakin banyak group perusahaan kelapa sawit akan masuk ke bisnis minyak goreng dan sektor hilir lainnya, seperti RAJAWALI NUSANTARA INDONESIA (RNI), MAKIN Group, UNILEVER Group, beberapa Perusahaan Perkebunan Negara (PTPN) dan masih banyak yang lainnya. Kabarnya investor dari China juga akan membangun pabrik minyak goreng di Sumatera dan Kalimantan.