Potensi Bisnis Industri Keramik Di Indonesia

keramikIndustri keramik termasuk salah satu industri yang sangat strategis, selain bahan baku yang melimpah, industri ini banyak menyerap tenaga kerja dan didukung oleh pasar dalam negeri yang sangat besar. Walaupun tahun 2017 lalu Industri keramik dalam negeri tumbuh tidak sesuai harapan, namun diyakini pada tahun mendatang akan kembali bergairah. Hal ini terlihat dari mulai bangkitnya sektor konstruksi di Indonesia, baik untuk pembangunan gedung (pusat perbelanjaan, hotel, apartemen), maupun perumahan.

Perkembangan produksi keramik tile (lantai dan dinding) dalam lima tahun terakhir (2013-2017) meningkat rata rata 10,3% per tahun, dari 247.52 juta M2 ditahun 2013 menjadi 366,59 juta M2 ditahun 2017, sedangkan produksi granit tile meningkat rata rata 10,5% pertahun, dari 22,80 juta M2 ditahun 2013 menjadi 33,94 juta M2.

Meningkatnya produksi ini akibat langkah ekspansi yang dilakukan beberapa produsen keramik seperti ARWANA Group, Satyaraya Keramindoindah, Angsa Daya, Muliakeramik Indahraya, Keramik Diamond Industries dan lain-lain.

Produk keramik Indonesia juga sangat digemari di pasar internasional dan memiliki daya saing tinggi karena memiliki kualitas yang baik. Menurut riset CDMI Consulting, ekspor keramik Indonesia dalam lima tahun terakhir (2013-2017) terus meningkat. Pada tahun 2013 ekspor keramik tile sebanyak 36.85 juta meter kubik (M2) dengan nilai US$ 44,22 juta ditahun 2017 ekspornya meningkat menjadi 51,69 juta M2 senilai US$ 75,87 juta. Negera tujuan terbesar adalah Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Taiwan, Australia dan Amerika Serikat.

Melihat berbagai dinamika industri keramik dalam negeri, seperti mahalnya harga gas, kurs rupiah yang belum stabil dan turunnya bea masuk impor membuat CDMI Consulting tertarik melakukan riset yang lebih mendalam dan akhirnya sukses menerbitkannya dalam sebuah buku studi yang berjudul “Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri KERAMIK di Indonesia, 2018 – 2022”.

154 total views, 7 views today