industri alat berat di indonesia

Industri alat berat Indonesia seolah-olah belum terganggu oleh krisis global, pertumbuhannya sungguh spektakuler, itu terlihat dari penjualannya yang terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2010 lalu penjualan alat berat Indonesia mencapai 12.460 unit, meningkat ditahun 2011 sebanyak 17.360 unit dan puncaknya tahun 2012 lalu sebanyak 19.596 unit. Padahal dua sektor industri pengguna alat berat mengalami penurunan kinerja di tahun 2012.

Menurut survey yang dilakukan CDMI, dua industri terbesar penggunan alat berat dalam negeri yaitu sektor industri batubara dan sektor perkebunan kelapa sawit mendapat pukulan hebat. Merosotnya harga batubara di pasar dunia menjadi penyebabnya. Hingga Agustus 2012 lalu rata-rata harga batubara mencapai US$ 87,9/mt dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 120,75/mt. Banyak perusahaan batubara skala kecil yang menutup areal tambangnya karena tidak sanggup menutup biaya eksplorasi, sedangkan perusahaan skala besar banyak yang menunda untuk membeli alat berat baru.

Hal yang sama terjadi juga pada industri kelapa sawit, nilai ekspor CPO menurun drastis karena negara pengimpor mengalami kelebihan stok dan banyak yang menunda pembelian CPO, sehingga harga jualnya merosot tajam pada kisaran US$ 700 – US$ 800 per ton dari tahun sebelumnya pada kisaran US$ 1.100 per ton. Akibatnya banyak group perusahaan kelapa sawit mengalami penurunan pendapatan dan laba, sehingga menunda pembelian alat berat baru.

Memasuki tahun 2013 di prediksi industri alat berat mulai merasakan dampak penurunan itu, hal ini harus segera diwaspadai dengan mengambil langkah strategis. Produsen dan distributor alat berat harus gencar masuk ke sektor infrastruktur yang mengalami kemajuan pesat. Sektor ini diprediksi membutuhkan banyak alat berat karena memiliki rencana sebanyak 899 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp. 1.888,6 triliun. Belum lagi sektor konstruksi yang juga meningkat pesat dan banyak membutuhkan alat berat.

Melihat kondisi tersebut PT. CENTRAL DATA MEDIATAMA INDONESIA (CDMI), tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang industri alat berat di Indonesia, walaupun pada tahun 2011 lalu pernah melakukan riset yang sama, namun saat ini kondisinya sangat berbeda, sehingga pelaku industri alat berat dan pendukungnya harus mengetahui kondisi ini.

Buku “Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri ALAT BERAT di Indonesia, 2013 ‐ 2016” dijual secara eksklusif hanya di CDMI dan dapat dipesan langsung ke bagian marketing dengan Ibu Tina melalui telepon nomor (021) 3193 0108-0109 atau melalui Fax di nomor (021) 3193 0102 dan melalui e-mail: marketing@cdmione.com dengan harga US$ 650 untuk edisi bahasa Indonesia dan US$ 700 untuk edisi bahasa Inggris.