E-mail

marketing@cdmione.com

Whatsapp

+62878 7826 0925

Pembangunan Pabrik Semen di Indonesia

pabrik semen

Pada tahun 2011 industri semen di negara ini mengalami masa kejayaannya dengan total penjualan 45 juta ton senilai Rp. 43 triliun atau lebih tinggi 5,6 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 40,7 triliun. Meningkatnya penjualan berhubungan erat dengan meningkatnya permintaan semen di hampir semua provinsi di negara ini. Kenaikan permintaan semen terbesar di Provinsi Banten mencapai 38,6 persen. Jawa, wilayah serapan semen terbesar di dalam negeri, hanya naik 21 persen, Bali-Nusa Tenggara sebesar 19 persen, Kalimantan 15 persen, Sulawesi 15,8 persen, dan Sumatera 13,8 persen.

Menurut survey yang dilakukan CDMI, kebutuhan semen nasional pada tahun 2012 ditaksir mencapai 52,28 juta ton dan pada tahun 2016 diprediksi sebesar 74,07 juta ton, jika dibandingkan dengan total kapasitas produksi saat ini sebesar 45,24 juta ton pertahun, maka masih mengalami kekurangan supply semen sebanyak 7,04 juta ton. Meskipun perusahaan semen yang ada saat ini berproduksi dengan kapasitas penuh, kekurangan supply semen pada tahun 2016 mendatang bisa mencapai 17,25 juta ton. Hal ini menunjukan ekspansi dengan cara membangun pabrik semen baru.

Hasil survey juga menunjukan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk masih merajai pangsa pasar semen domestik dengan menguasai pangsa pasar sebesar 30,35 persen dari total konsumsi semen nasional atau sebanyak 14,57 juta ton, kemudian PT Semen Gresik (Persero) Tbk sebesar 21,73 persen atau sebanyak 10,43 juta ton, disusul kemudian PT Holcim Indonesia Tbk sebesar 13,35 persen atau sebanyak 6,41 juta ton, PT Semen Padang sebesar 12,56 persen atau sebanyak 6,03 juta ton dan PT Semen Tonasa sebesar 8,57 persen atau sebanyak 4,11 juta ton.

Hampir semua perusahaan semen dalam negeri memiliki kinerja yang sangat memuaskan, langkah ekspansi yang dilakukan dengan mengeluarkan dana triliunan rupiah berjalan sukses dengan pendapatan yang juga meningkat pesat. PT Semen Gresik (Persero) Tbk memimpin dengan pendapatan tahun 2011 lalu sebesar Rp 16,3 triliun, disusul PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk dengan pendapatan sebesar Rp 13,8 triliun, kemudian PT Holcim Indonesia Tbk dengan pendapatan sebesar Rp 7,5 triliun. Kinerja yang positif juga ditunjukan oleh perusahaan semen lainnya seperti PT Semen Padang, PT Semen Baturaja, PT Semen Tonasa, PT Semen Andalas, dan PT Semen Bosowa Maros, yang terakhir ini bahkan melalui group Bosowa akan menginvestasikan dananya sebesar US$ 1 miliar yang sebagian akan digunakan untuk membangun pabrik semen baru dengan target akan menguasai pasar Sulawesi dan Jawa Timur.

Share this post with your friends

Request Quote

Our Services

© 2010 All rights reserved. CDMI Consulting