bisnis konglomerasi
Muslim M Amin

Fanstis…, Spektakuler…, itulah kata kata yang tepat untuk menggambarkan bisnis para konglomerasi di Indonesia. Disaat kondisi ekonomi Indonesia tumbuh lambat dalam tiga tahun terakhir dan masih lemahnya ekonomi dunia, sebagian besar bisnis mereka justru meningkat dan terus menggurita, sehingga beberapa konglomerasi sukses meningkatkan total asset, pendapatan dan laba yang mencengangkan. Tak heran jika pemilik konglomerasi tersebut tetap bertahan menjadi orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan yang terus meroket.

CDMI CONSULTING sangat tertarik untuk mengamati gerak gerik bisnis 120 Konglomerasi ini. Tahun 2017 pendapatan SALIM Group meningkat fantastis. Ada tujuh anak usahanya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai pencetak uang. Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari INDF, ICBP, LISP, IMAS dan DNET, sehingga kekayaan pribadi pemilik group ini yaitu Anthony Salim ditaksir bertambah Rp. 16,62 triliun, hal yang sama juga dialami SINARMAS Group, melalui empat anak usahanya dibisnis kertas dan bisnis lainnya membuat kekayaan pemiliknya kini ditaksir mencapai Rp. 121,3 triliun.

Hampir semua unit bisnis DJARUM Group tumbuh subur, ditambah pemasukan dari Bank Central Asia (BCA), membuat pemiliknya tetap bertengger diurutan pertama sebagai orang terkaya di Indonesia. Industri yang banyak menghasilkan konglomerasi adalah industri tambang, kelapa sawit, properti, otomotif, farmasi, keuangan, ritel, media dan masih banyak yang lain. Industri makanan dan minuman juga banyak melahirkan konglomerasi, seperti MAYORA Group, ABC Group, KAPAL API Group, CERES Group dan yang baru-baru ini adalah KHONG GUAN Group yang pemiliknya masuk dalam deretan orang terkaya Indonesia.

Konglomerasi lainnya adalah AGUNG Sedayu Group, Alfamart Group, Aneka Kimia Raya Group, Artha Graha Group, Astra Group, Bayan Group, Barito Pacific Group, Bosowa Group, Bukit Asam Group, Charoen Pokphand Group, Ciliandra Group, Ciputra Group, Elang Mahkota Group, Gunung Sewu Group, Hero Group, Harum Energy Group, Humpuss Group, Imora Group, Indika Group, Indorama Group, Intiland Group, Jababeka Group, Jawa Pos Group, Kompas Gramedia Group, Lippo Group, Maspion Group dan masih banyak yang lain.

Menurut CEO CDMI Group, Bapak Muslim M. Amin, tertariknya CDMI mempublikasikan buku ini, karena tidak ada satupun konsultan bisnis di Indonesia yang bisa melakukannya, sehingga CDMI banyak menerima pujian dan apresiasi, termasuk sebagai perusahaan terbaik saat ini di Jakarta. Untuk mengetahu lebih jelas tentang jaringan bisnis konglomerasi di Indonesia dapat membeli buku riset ini di CDMI melalui nomor telp (021) 3193 0108 atau melalui WA 0878 7826 0925