e-commerce indonesia

Perusahaan Perdagangan eletronik (e-commerce) atau start up atau secara umum disebut bisnis secara online di Indonesia terus berkembang pesat. Pertumbuhan bisnis e-commerce luar biasa pesat sehingga telah merubah perdagangan barang dan jasa konvensional. Cakupan bisnis e-commerce tidak hanya sebatas pasar domestik, namun juga bisa menembus pasar dunia atau ekspor. Hanya saja tingginya biaya logistik, membuat para pelaku e-commerce Indonesia kalah bersaing dengan pemain asing.

Bisnis online telah menjadikan kegiatan bisnis relatif lebih mudah dan efisien. Pengusaha online bisa menjadi eksportir, walau tidak punya toko, fisik, atau barang dagangan. Melalui sistem online perdagangan bisa sampai pasar ke Amerika, tapi barangnya di China langsung di kirim ke Amerika, selain barangnya murah, ongkos angkut juga murah.

Konsumen saat ini lebih tertarik berbelanja online dibandingkan konvensional, tapi tidak semua aktivitas tersebut aman, sehingga pemerintah berusaha mewujudkan adanya rasa aman berbelanja di online, dengan menerbitkan peraturan pada bisnis ini.

Nilai perputaran uang di bisnis e-commerce sungguh fantastis dan terus meningkat. Pada tahun 2015 perputaran uangnya di seluruh Indonesia mencapai Rp 37,77 triliun, ditahun 2016 meningkat 157,85% menjadi 97,41% triliun, ditahun 2017 kembali meningkat 139,41% menjadi Rp 233,21 triliun dan angka sementara di tahun 2018 telah mencapai Rp 426,19 triliun.

Menurut iPrice, Tokopedia adalah pemain C2C terbesar dengan jumlah pengunjung rata-rata perbulan mencapai 153,6 juta di kuartal ketiga 2018, menyusul Bukalapak sebesar 95,93 juta, Lazada 36,40 juta, Blibli sebanyak 31,30 juta dan Zalora yang masuk deretan 10 perusahaan online terbesar di Indonesia. Selain itu Shoope, pemain asal Singapura tidak kalah gesit dalam meraih kue pasar Indonesia dengan jumlah pengunjung 38,88 juta.

Daftar kinerja 11 top perusahaan e-commerce tersebut adalah Tokopedia, Shoope, Bukalapak, Blibli, Zalora, JD.id, Bizzy, Grab Taxi, Grabexspress, Grabcar, dan Go-Jek.

Besarnya perputaran uang di bisnis online terutama terhadap 11 perusahaan top yang di survey membuat CDMI tertarik untuk melakukan investigasi yang mendalam dan menerbitkan buku “Kinerja 11 Top Perusahaan E-commerce Indonesia, 2019 dan Perputaran Nilai Uangnya“. Buku ini bisa Anda dapatkan melalui kontak (6221) 3193-0108, 3193-0109, 3193-0070, atau melalui Fax: (6221) 3193-0102 atau email: marketing@cdmione.com