Industri Pupuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Industri pupuk di dalam negeri selama ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, hal itu didorong oleh meningkatnya kebutuhan akan pangan di dalam negeri. Pabrik-pabrik pupuk besar yang statusnya perusahaan Negara, bahkan telah melakukan konsolidasi dengan membentuk perusahaan holding yaitu PT Pupuk Indonesia (Persero). Pemerintahan Indonesia dibawah kepemimpinan Jokowi-JK terus memacu pengembangan industri pupuk untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Permintaan pupuk di dalam negeri terdiri dari permintaan pupuk subsidi dan pupuk non subsidi. Yang terbesar adalah jenis Urea, ZK, kemudian NPK dan ZA. Menurut penelitian CDMI, dalam lima tahun terakhir (2012-2016) kebutuhan pupuk terus meningkat. Pada tahun 2012 kebutuhan pupuk urea mencapai 5,9 juta ton, ditahun 2016 telah mencapai 6,3 juta ton, sedangkan kebutuhan pupuk NPK ditahun 2012 mencapai 3,47 juta ton ditahun 2016 telah mencapai 3,51 juta ton. Peningkatan juga terjadi pada kebutuhan pupuk lainnya seperti pupuk ZA, ZK, Organik dan Fosfat.

Hasil riset ini juga menemukan bahwa permintaan Pupuk Majemuk Lengkap Tablet (PMLT) yang di produksi oleh banyak perusahaan swasta juga mengalami permintaan yang tinggi. PMLT merupakan pupuk berbasis senyawa NPK dengan tambahan nutrisi dengan dosis disesuaikan untuk tanaman tertentu, permintaan pupuk ini juga berdasarkan permintaan. PMLT merupakan terobosan baru dalam teknologi pemupukan dengan efesiensi yang tinggi mengandung 5 unsur hara makro (N,P,K,Mg,Ca) dan unsur hara mikro (B,Zn,Mn,Fe,Mo) dan kreasi lainnya. Lima tahun terakhir permintaan terbesar PMLT berasal dari perkebunan kelapa sawit, kopi, perkebunan dan pertanian.

Salah satu perusahaan swasta terbesar yang memproduksi PMLT adalah PT. Saraswanti Anugerah Makmur. Tingginya permintaan di sektor perkebunan kelapa sawit membuat perusahaan ini gencar melakukan ekspansi untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Informasi terakhir, tahun 2016 lalu perusahaan ini telah mengoperasikan pabrik di Sampit, Kalimantan Timur dengan kapasitas 100 ribu ton pupuk NPK per tahun. Perusahaan lainnya adalah PT. Polowijo Gosari, PT. Agro Subur Bumi Lestari, PT. Saribumi Dewata Lestari, PT. Kertopaten Kencana, PT. Agrindo Hikay Indonesia, PT. Indoagro Makmur Jaya, PT. Pasirmaung Fertilizer dan lain-lain. Selengkapnya dalam pembahasan studi pupuk bisa di baca “Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri PUPUK di Indonesia, 2017 – 2021