Industri Kertas Indonesia Diproyeksikan Terus Meningkat

Industri kertas dan pulp memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan dan menjadi andalan ekspor Indonesia untuk meraih devisa negara yang tinggi. Melimpahnya bahan baku yang tersedia menjadikan Indonesia sebagai produsen terbesar di ASEAN dan ketiga di ASIA. Tahun 2015 lalu produsen pulp dan kertas Indonesia terus menggenjot kapasitas produksi, seiring terus meningkatnya permintaan pulp dan kertas dipasar global. Pemberlakuan perdagangan bebas dikawasan ASEAN atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) membuka peluang Indonesia untuk meraih pasar yang lebih besar dikawasan ini.
Menurut survey CDMI, ekspor kertas Indonesia dalam lima tahun terakhir (2011-2015) terus mengalami peningkatan. Puncaknya terjadi tahun 2014 lalu dengan ekspor sebanyak 4,67 juta ton senilai US$ 4,02 milyar, di prediksi tahun 2015 ekspor kertas meningkat lagi menjadi 5,21 juta ton dengan nilai US$ 4,44 milyar. Kontribusi ekspor terbesar adalah Jenis kertas tulis dan cetak, disusul kertas board/duplek, kertas tisu, kertas koran, kertas khusus, kertas kraft liner dan beberapa jenis kertas lainnya.
Tingginya angka produksi tersebut, tidak lepas dari langkah produsen kertas yang terus melakukan ekspansi dengan membangun pabrik kertas baru untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Investasi yang dikeluarkan sangat fantastis. APRIL Group mengeluarkan investasi Rp. 4 triliun untuk membangun Paper Machine 3 untuk menambah kapasitas produksi sebanyak 250.000 ton pertahun, PT. Fajar Surya Wisesa telah menyiapkan investasi US$ 165 juta untuk membangun pabrik kertas ke 8 yang berlokasi di Bekasi dengan kapasitas produksi sebanyak 350.000 ton pertahun, PT. Kertas Basuki Rachmat telah menyelesaikan pembangunan Paper Machine 3 dengan kapasitas produksi sebanyak 260.000 ton pertahun dan meningkatkan kapasitas produksi Paper Machine 4. Langkah yang paling fantastis dilakukan oleh PT. Asia Pulp and Paper (APP) dengan membangun pabrik kertas baru di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Pabrik kertas yang di klaim terbesar di Asia ini menelan investasi US$ 2,63 milyar dan masih banyak langkah ekspansi perusahaan lainnya. Selengkapnya mengenai industri kertas dan pulp ini bisa dibaca di Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri PULP & KERTAS di Indonesia, 2016 – 2020.

1,113 total views, 3 views today