Indonesian Butuh 35.000 MW Pembangkit Listrik?

Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo menyadari akan ketertinggalan di sektor ketenaga listrikan. Hal inilah yang harus mendapat perhatian khusus dan upaya terobosan yang luar biasa. Untuk itulah, pemerintah tidak memiliki pilihan lain kecuali harus menambah kapasitas listrik sebesar 35.000 MW. Walaupun sebelumnya terjadi polemik antara dua orang menteri di kabinet kerja, tapi program ini telah dikukuhkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Program 35.000 MW membutuhkan dana investasi yang sangat besar di atas Rp. 1.100 triliun. Untuk tetap menjaga kemampuan finansialnya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membangun pembangkit listrik sebesar 10.000 MW. Adapun sisanya, 25.000 MW, akan ditawarkan ke pihak swasta atau independent power producer/IPP.
Menurut survey CDMI, tercatat 74 proyek yang ditawarkan Pemerintah kepada investor (IPP). Sebanyak 21 berkapasitas 10.348 MW di antaranya tengah berlangsung proses pengadaan dan telah melewati masa pendaftaran. 16 proyek IPP berdaya 4.648 MW sudah dibuka pengadaannya melalui penunjukan langsung mengacu Permen ESDM Nomor 3 Tahun 2015 tentang Prosedur Pembelian Tenaga Listrik. Sisanya, sebanyak 37 proyek IPP berkapasitas 10.908 MW akan dibuka pengadaannya melalui mekanisme pelelangan. Hingga Mei 2016 dari keseluruhan program 35.000 MW, baru sebesar 14.436 MW proyek yang terkontrak yang terdistribusi atas 2.815 MW dikerjakan PLN dan 11.621 MW dikerjakan IPP, sementara sebesar 20.564 MW dari program tersebut belum terkontrak. Investor asing yang paling banyak menguasai proyek ini berasal dari Amerika Serikat, Jepang dan China.

Menurut investigasi CDMI, dari dalam negeri ada sekitar 20 perusahaan yang melakukan kerjasama dengan pihak asing agar tersedia dana untuk memulai proyek ini, bahkan ada salah satu perusahaan yang mencari dana melalui pasar modal. Tidak hanya itu Perusahaan-perusahaan batubara juga semakin banyak yang masuk ke bisnis pembangkit listrik. Selengkapnya mengenai power plant bisa dibaca di “Studi Power Plant 35.000 MW di Indonesia, 2016 – 2019″ (Tersedia Versi Bahasa Inggris).