Performance of 115 Indonesian BUMN


Year of Publication : 2019
Title : Performance of 115 Indonesian BUMN 2019 (Assets, Liabilities, Equity, Income)
Author : PT. CDMI
Language : Indonesia or English
Price : IDR 5.800.000,- / US$ 500
Table Of ContentBUMN2019_Ind.pdf or BUMN2019_Eng.pdf

Category: Tag:


The performance of State Owned Company (BUMN) for four years during the the leadership of Jokowi – JK had shown rapid growth. It is seen from the rising total assets of the companies. In 2015, total assets of BUMN were Rp. 5,760 trillion and targeted to reach Rp. 7,800 trillion. Similarly, total income of BUMN in 2015 reached Rp. 1,702 trillion and targeted to achieve Rp. 2,200 trillion.

Based on the research of CDMI that the rocketing income of BUMN was due to the brilliant performance of some companies such as Pertamina which succeeded in booking an income of US$ 42.96 billion, Garuda Indonesia of US$ 4.17 billion, PGN of US$ 2.96 billion, Krakatau Steel of US$ 1.44 billion, PLN of Rp. 225.29 trillion, Telkom of US$ 128.25 trillion, Pupuk Indonesia of Rp. 58.94 trillion and Bukit Asam of Rp. 19.47 trillion. Meanwhile, the asset value of Inalum which has become a holding company soared to US$ 5.74 billion if compared with that in preceded year of US$ 1.62 billion. Descriptions (English)

Empat tahun kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dibawah kepemimpinan Jokowi – JK telah memperlihatkan pertumbuhan yang pesat. Itu terlihat dari melambungnya total asset yang dimiliki. Tahun 2015 lalu total asset yang dimiliki BUMN sebesar Rp. 5.760 triliun ditahun 2018 ditargetkan sebesar Rp. 7.800 triliun. Hal yang sama terjadi pada pendapatannya. Tahun 2015 lalu total pendapatan BUMN sebesar Rp. 1.702 triliun dan tahun 2018 ditargetkan sebesar Rp. 2.200 triliun.

Menurut penelitian CDMI, meroketnya pendapatan BUMN tersebut, akibat kinerja gemilang oleh beberapa perusahaan, seperti Pertamina yang sukses membukukan pendapatan sebesar US$ 42,96 miliar, Garuda Indonesia US$ 4,17 miliar, PGN US$ 2,96 miliar, Krakatau Steel US$ 1,44 miliar, PLN Rp. 255,29 triliun, Telkom Rp. 128,25 triliun, Pupuk Indonesia Rp. 58,94 triliun dan Bukit Asam Rp. 19,47 triliun, sedangkan Inalum yang telah menjadi holding company nilai asetnya melesat menjadi US$ 5,74 miliar dibanding sebelumnya US$ 1,62 miliar. Descriptions (Indonesia)