pengusaha terkaya

STUDI : KINERJA KEUANGAN & PROSPEK BISNIS 55 PENGUSAHA TERKAYA DI INDONESIA, 2021

Pandemi Covid-19 menimbulkan dampak krisis yang luar biasa bagi bisnis Indonesia. Tidak hanya menjatuhkan ekonomi masyarakat menengah dan bawah, juga berdampak terhadap ekonomi orang orang terkaya di Indonesia. Pandemi ini telah mengganggu pertumbuhan ekonomi, merontokkan harga saham dan harga komoditi unggulan, sehingga pendapatan beberapa konglomerat terpuruk, utang membengkak sehingga mempengaruhi nilai kekayaannya.

Menurut riset CDMI Consulting, sebelum terjadinya Covid-19, yaitu tahun 2018 dan 2019 pendapatan konglomerat Indonesia melalui gurita bisnisnya meningkat tajam, sehingga menambah pundi pundi kekayaan mereka. Tapi ditahun 2020 akibat pandemi, semua telah berubah, hampir 60 persen dari daftar 55 pengusaha terkaya di Indonesia hartanya menurun. Ada penurunan yang hanya sedikit dan ada yang turun sangat tajam, sehingga beberapa dari mereka tidak lagi masuk dalam deretan pengusaha terkaya di Indonesia pada tahun 2020.

Ada empat pengusaha terkaya yang pada tahun 2020 tersingkir dalam deretan pengusaha terkaya Indonesia, tapi tetap memiliki harta yang besar, diantaranya adalah Rusdi Kirana (LION Group), Aksa Mahmud (BOSOWA Group), Donald Sihombing (TOTALINDO Eka Persada) dan Kardja Rahardjo (Pelayaran Tamarin Samudra). Hebatnya datang lima orang pengusaha terkaya pendatang baru yang sebelumnya tidak masuk dalam deretan pengusaha terkaya Indonesia yaitu Handojo Santoso (JAPFA Comfeed Indonesia), Hermanto Tanoko (TANCORP Abadi Nusantara, Jerry NG (Bank Jago Group), Susanto Suwarto (Elang Mahkota Teknologi/EMTEK). Dan yang sangat menarik, salah satu pendatang baru itu adalah Menteri di era Presiden Joko Widodo yaitu Eric Tohir, yang menjabat
sebagai Menteri BUMN.

Konglomerat yang menjalankan bisnis properti, perhotelan dan pariwisata, transportasi udara sangat terpukul dengan kondisi pandemi ini, sektor lainnya adalah industri petrokimia, tekstil, manufaktur, ritel, leasing, perbankan juga mengalami hal yang sama dan beberapa sektor lainnya. Sebaliknya ada beberapa industri yang justru meningkat disaat pandemi ini, seperti industri makanan dan minuman, kelapa sawit, farmasi, alat kesehatan, rumah sakit, telekomunikasi dan informasi, pertanian dan beberapa sektor lainnya.

40 persen dari 55 pengusaha terkaya yang di survey CDMI Consulting, malah memiliki kekayaan yang meningkat dan tidak terpengaruh pandemi. Kinerja group perusahaan dibawah kendalinya sukses membukukan pendapatan yang fantastis. Tahun 2019 lalu, Anthony Salim memiliki kekayaan Rp. 80,8 triliun, ditahun 2020 meningkat Rp. 85,1 triliun dan diprediksi tahun 2021 Rp. 91,0 triliun. Kekayaan Jogi Hendra Atmadja ditahun 2020 ditaksir sebesar Rp. 62,2 triliun dan tahun 2021 diprediksi sebesar Rp. 74,6 triliun.

Pada tahun 2020 total kekayaan Benjamin Setiawan ditaksir Rp. 62,9 triliun dan ditahun 2021 diprediksi Rp. 66,1 triliun. Chairul Tanjung Rp. 56,8 triliun ditahun 2020 dan diprediksi Rp. 62,5 triliun ditahun 2021. Bachtiar Karim Rp. 45,9 triliun ditahun 2020 dan diprediksi Rp. 52,8 triliun ditahun 2021. Martua Sitorus Rp. 32,1 triliun ditahun 2020 dan diprediksi Rp. 34,7 triliun ditahun 2021. Kekayaan beberapa nama pengusaha terkaya lainnya disajikan lengkap di buku studi ini.

Buku ini membahas tentang kinerja group usaha yang dimiliki pengusaha terkaya tersebut, jumlah anak usaha dan afiliasinya, jenis usaha yang dijalankan, kepemilikan saham di beberapa perusahaan ternama, mitra bisnis penting didalam dan luar negeri, anggota keluarga yang aktif dalam group, pihak perbankan yang memberikan kredit dan data penting lainnya terkait pengusaha terkaya yang bersangkutan. Buku studi ini juga dilengkapi dengan laporan keuangan lengkap anak anak perusahaannya dalam tiga tahun terakhir (2018-2020).

Walaupun 55 pengusaha terkaya itu memiliki kekayaan melimpah, namun hutang mereka juga sangat besar yang terlihat dari laporan keuangan nya. Menurut pengamatan CDMI Consulting, dalam tiga tahun terakhir (2018-2020),
Induk perusahaan yang menghasilkan pundi pundi kekayaan bagi pengusaha terkaya tersebut, memiliki hutang yang sangat besar, baik dari perbankan dalam negeri maupun dari lembaga keuangan internasional. Jika mereka tidak pandai mengelola utang tersebut, bisa saja menjadi masalah dikemudian hari.

Melihat dinamika bisnis yang dijalankan pengusaha terkaya Indonesia tersebut, sekaligus ingin mengetahui seberapa besar pengaruh covid-19 terhadap pertumbuhan jaringan bisnis mereka, membuat CDMI Consulting tertarik untuk melakukan riset yang mendalam selama 6 bulan dan akirnya sukses menerbitkannya dalam sebuah buku yang berjudul ”Studi : Kinerja Keuangan & Prospek Bisnis 55 PENGUSAHA TERKAYA Di Indonesia, 2021”.

Buku studi ini diterbitkan secara ekslusif dan hanya satu satunya di Indonesia. Hanya tersedia di CDMI Consulting,
dapat dipesan langsung ke bagian marketing dengan ibu Tina melalui telepon: (6221) 3193-0108, 3193-0109, 3193-
0070, WhatsApp (WA) 0878 7826 0925 atau melalui Fax: (6221) 3193-0102 atau email: marketing@cdmione.com
dengan harga Rp. 12.800.000,-.

Demikian penawaran kami, atas perhatian dan
kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.