Home About UsOur ProductsOur ServicesContact Us
 



 

 

 

 

   

 
 

Muslim M. Amin : SEMAKIN BANYAK PENGEMBANG YANG MEMBANGUN SUPERBLOK

 

 

 

Studi Potensi dan Peluang Bisnis SUPERBLOK di Jabodetabek, 2014 – 2018

 


Pertumbuhan bisnis properti dikawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dalam lima tahun terakhir (2009-2013) sangat tinggi dengan pertumbuhan diatas 25 persen. Tingginya pertumbuhan tersebut seiring dengan tingginya pertumbuhan ekonomi dikawasan ini sehingga banyak memunculkan kalangan menengah dan atas. Menurut survey CDMI pada tahun 2005 jumlah penduduk dikawasan Jabodetabek mencapai 21,4 juta jiwa dan pada tahun 2013 telah mencapai 29,5 juta jiwa.

Dari jumlah penduduk tersebut, sebanyak 15% adalah penduduk kelas menengah dengan penghasilan sebesar Rp. 7 juta hingga 15 juta perbulan, sebanyak 10% adalah penduduk kelas atas dengan penghasilan Rp. 15 juta hingga Rp. 50 juta per bulan dan sebanyak 5% adalah penduduk kelas sangat mapan dengan penghasilan diatas Rp. 50 juta per bulan.

Tingginya pertumbuhan kalangan menengah dan atas di Jabodetabek membuat pengembang berlomba lomba meluncurkan berbagai proyek properti andalannya, seperti, perumahan, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, soho dan perhotelan. Kecenderungannya saat ini semakin banyak pengembang yang membangun proyek propertinya dalam satu kawasan yang terintegrasi (superblok) dan telah menjadi tren tidak hanya dipusat kota bahkan hingga ke pinggiran kota.

Konsep pembangunan superblok telah dirintis sejak lama oleh pengembang terkemuka Indonesia seperti Group DJARUM, Group BAKRIE, Group AGUNG PODOMORO, Group LIPPO, Group PONDOK INDAH, Group CIPUTRA, Group PAKUWON, Group SUMMARECON dan Group INTILAND. Kini semakin banyak pengembang lain yang membangun Superblok, seperti Group METROPOLITAN, Group METLAND, Group PROVIDENT DEVELOPMENT, Group COWELL DEVELOPMENT dan Group MODERN. Yang tak kalah menarik perhatian adalah pengembang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PP PROPERTI yang membangun superblock dengan investasi Rp. 10 triliun, ADHI REALTY Rp. 4 triliun, WASKITA KARYA Rp. 5 triliun dan PERUMNAS Rp. 3,5 triliun.

Melihat antusiasnya pengembang diatas membuat CDMI tertarik untuk melakukan riset yang lebih dalam tentang pertumbuhan bisnis superblok di kawasan JABODETABEK dan akhirnya sukses menerbitkannya dalam sebuah buku dengan judul "Studi Potensi dan Peluang Bisnis SUPERBLOK di Jabodetabek, 2014 – 2018”.

Buku studi ini dijual secara ekslusif hanya di CDMI dan dapat dipesan langsung ke bagian marketing dengan Ibu Tina melalui telepon (021) 3193 0108, 3193 0109, 3193 0070 atau melalui Fax di nomor (021) 3193 0102 dan melalui e-mail: marketing@cdmione.com dengan harga US$ 675 untuk edisi bahasa Indonesia dan US$ 700 untuk edisi bahasa Inggris.

Demikian penawaran kami, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

 
 

 

Muslim M. Amin : SEMAKIN BANYAK PERUSAHAAN SAWIT MASUK KE BISNIS MINYAK GORENG

 

 

 

Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri MINYAK GORENG

(Sawit, Kelapa dan Nabati Lainnya) di Indonesia, 2014 – 2018

 


Sudah lama Indonesia dikenal sebagai produsen CPO terbesar di dunia dengan produksi yang terus meningkat. Tahun 2014 total produksi CPO di prediksi sebesar 28 juta ton dengan devisa yang dihasilkan mencapai US$ 25 milyar. Namun predikat ini tidak membuat Indonesia dapat mengontrol harga CPO di pasar dunia, bahkan sebaliknya Indonesia selalu dikendalikan dan harus mengikuti kemauan negara importir. Hal ini sebetulnya dapat dihindari jika Indonesia dapat melakukan inovasi produk-produk turunan CPO, seperti minyak goreng, margarine, kosmetik, biodisel hingga oleochemical.

Sejak tahun 2011 pemerintah Indonesia menganjurkan dan memberikan kemudahan bagi kalangan industri sawit untuk memproduksi berbagai produk hilir CPO seperti minyak goreng dan produk turunan lainnya, sehingga tidak hanya mengekspor produk mentah berupa CPO saja. Anjuran ini disambut baik oleh industri minyak goreng yang telah lama menguasai sektor ini seperti WILMAR Group, SINAR MAS Group, SALIM Group, MUSIM MAS Group, DARMEX Group, SUNGAI BUDI Group, ASIAN AGRI Group, PERMATA HIJAU Group, ASTRA Group, CISADANE RAYA Group dan masih banyak yang lainnya. Group perusahaan ini terus meningkatkan produksinya untuk memenuhi pasar ekspor.

Menurut survey yang dilakukan CDMI, produksi minyak goreng Indonesia dalam lima tahun terakhir (2009-2013) meningkat rata rata 16,5% pertahun, dari 7,13 juta ton ditahun 2009 menjadi 13,0 juta ton ditahun 2013. Selama periode tersebut kontribusi terbesar 96,44% berasal dari minyak goreng kelapa sawit, sisanya dari minyak goreng kelapa 3,43% dan minyak goreng nabati lainnya 0,13%. Hal yang sama terjadi pada ekspor minyak goreng, pada tahun 2009 ekspor minyak goreng mencapai 4,3 juta ton dengan nilai US$ 2,92 milyar, ditahun 2013 ekspornya telah mencapai 7,9 juta ton dengan nilai US$ 6,29 milyar.

Melihat kenyataan tersebut, kini semakin banyak group perusahaan kelapa sawit akan masuk ke bisnis minyak goreng dan sektor hilir lainnya, seperti RAJAWALI NUSANTARA INDONESIA (RNI), MAKIN Group, UNILEVER Group, beberapa Perusahaan Perkebunan Negara (PTPN) dan masih banyak yang lainnya. Kabarnya investor dari China juga akan membangun pabrik minyak goreng di Sumatera dan Kalimantan.

Melihat antusiasnya perusahaan-perusahaan diatas, membuat CDMI sebuah perusahaan konsultan independen di Jakarta, tertarik untuk melakukan riset yang mendalam dan akhirnya sukses menerbitkannya dalam sebuah buku studi yang berjudul “Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri MINYAK GORENG (Sawit, Kelapa dan Nabati Lainnya) di Indonesia, 2014 – 2018”.

Buku studi ini sangat dibutuhkan oleh industri minyak goreng dalam dan luar negeri, investor yang akan masuk ke bisnis ini, pihak perbankan sebagai kreditor, distributor dan industri pendukung lainnya, agar mengetahui perkembangan industri minyak goreng di Indonesia dan proyeksinya pada lima tahun mendatang.

Buku studi ini dapat anda pesan hanya di CDMI dan dapat dipesan langsung ke bagian marketing dengan Ibu Tina melalui telepon nomor (021) 3193 0108 - 3193 0109 – 3193 0070 atau melalui Fax di nomor (021) 3193 0102 dan melalui e-mail: marketing@cdmione.com dengan harga Rp. 6.950.000,- untuk edisi bahasa Indonesia dan Rp. 7.400.000,- atau equivalent US$ untuk edisi bahasa Inggris.

Demikian penawaran kami, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

 
 
 

Muslim M. Amin : TOP 50 KINERJA PERUSAHAAN PROPERTI INDONESIA SANGAT MEMUASKAN

 

 

 

Kinerja 50 TOP GROUP PERUSAHAAN PROPERTI di Indonesia, 2014 – 2015 Beserta Laporan Keuangannya & Investasi Pembangunan Hotel Budget di Indonesia

 


 

Fantastis..., Begitulah kata yang paling tepat untuk menggambarkan pertumbuhan industri properti Indonesia dalam lima tahun terakhir (2010-2014). Puncak pertumbuhannya terjadi pada tahun 2014 dengan omzet produk properti ditaksir mencapai Rp. 55 triliun atau naik 71% dibanding tahun 2013 sebesar Rp. 32 triliun dan diprediksi mencapai Rp. 65 triliun di tahun 2015. Group perusahaan properti saling berlomba melakukan berbagai ekspansi untuk memperebutkan omzet tersebut, sehingga lahirlah maha karya produk properti unggulan dan menjadi masterpiece, baik perkantoran, apartemen, kondominium, kondotel, residential, resort dan pusat perbelanjaan.

Menurut investigasi CDMI, hampir semua perusahaan properti nasional sukses membukukan pendapatan dan laba yang spektakuler. Tahun 2012 lalu ada 16 group perusahaan properti yang memperoleh pendapatan diatas Rp. 1 triliun. LIPPO Group memimpin dengan pendapatan Rp. 6,1 triliun, diikuti oleh AGUNG PODOMORO Group Rp. 4,6 triliun, kemudian SINARMAS Group Rp. 3,7 triliun, SURYA INTERNUSA Group Rp. 3,5 trilliun, SUMMARECON Group Rp. 3,4 triliun, CIPUTRA Group Rp. 3,3 triliun, AGUNG SEDAYU Group Rp. 3,1 triliun, BAKRIE Group Rp. 2,9 triliun, ALAM SUTERA Group Rp. 2,4 triliun, PAKUWON Group Rp. 2,1 triliun, PLAZA INDONESIA Group Rp. 1,7 triliun, JABABEKA Group Rp. 1,4 triliun, INTILAND Group Rp. 1,2 triliun, JAKARTA SETIABUDI Group Rp. 1,2 triliun, JAYA Group Rp. 1,1 triliun dan MODERN Group Rp. 1 triliun. Memasuki tahun 2013 pendapatan dan labanya semakin meroket, sehingga tak heran jika pemilik group perusahaan ini menjelma menjadi orang terkaya di Indonesia dan masuk deretan orang terkaya di dunia.

Kinerja 34 group perusahaan properti lainnya juga sangat spektakuler, berkat langkah ekspansi yang terus dilakukan, mereka sukses meningkatkan total asset, pendapatan dan laba yang berlipat lipat. Namun yang harus diwaspadai group perusahaan ini ternyata memiliki hutang yang sangat besar dan jika tak pandai mengelolanya akan menghadapi kesulitan dimasa mendatang

Kinerja yang memuaskan juga ditunjukkan oleh perusahaan properti Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dari 9 perusahaan BUMN yang di investigasi, 4 diantaranya akan menggarap proyek properti dengan nilai fantastis mencapai Rp. 47,2 triliun hingga tahun 2016 antara lain PP Properti sebesar Rp. 19 triliun, ADHI Persada Properti Rp. 15 triliun, PERUMNAS Rp. 12 triliun dan WASKITA Karya Rp. 1,2 triliun.

Melihat antusiasnya group perusahaan diatas, CDMI sebagai perusahaan konsultan terkemuka saat ini, tertarik untuk mengetahui kinerja dan ekspansi yang dilakukan, sehingga sukses menerbitkan dalam sebuah buku yang berjudul “Kinerja 50 TOP GROUP PERUSAHAAN PROPERTI di Indonesia, 2014 – 2015 Beserta Laporan Keuangannya & Investasi Pembangunan Hotel Budget di Indonesia”. Buku ini tuntas membahas tentang proyek yang dikerjakan, total asset, total pendapatan, total laba dan besarnya hutang yang dimiliki. Buku ini juga dilengkapi dengan perhitungan besarnya investasi yang dibutuhkan investor untuk membangun hotel budget di Indonesia.

Buku ini hanya satu-satunya di Indonesia yang diterbitkan secara ekslusif oleh CDMI, dapat dipesan langsung ke bagian marketing dengan Ibu Tina melalui telepon nomor (021) 3193 0108, 3193 0109 atau melalui Fax di nomor (021) 3193 0102 dan melalui e-mail: marketing@cdmione.com dengan harga US$ 600 untuk edisi bahasa Indonesia dan US$ 650 untuk edisi bahasa Inggris.

Demikian penawaran kami, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

 
 
 
 
 

   

 

AGP Building 2nd Floor, Jalan Pegangsaan Timur No. 1 Cikini, Jakarta 10320, Indonesia.  Ph. : +62 21 31930108 - 9, Fax : +62 21 31930102

 

| Home | Gallery | About Us | Products | Services | Contact Us |